Bayi Baru Lahir Wajib Dapat Imunisasi BCG

Bayi Baru Lahir Wajib Dapat Imunisasi BCGUntuk mencegah penyakit tuberkulosis Imunisasi BCG (Bacillus Calmette–Guérin) diberikan kepada bayi saat berusia 0-2 bulan. Vaksin ini wajib diberikan minimal 1 kali seumur hidup oleh dokter atau petugas medis lainnya. Penemu vaksin ini adalah 2 orang ahli bakteri dari Perancis yang bernama Albert Calmette dan Camille Guérin.

Pemberian vaksin ini direkomendasikan langsung oleh badan organisasi kesehatan dunia atau biasa kita kenal WHO sebelum anak berusia 3 bulan. Di Indonesia jika ada anak yang telat diberikan vaksin ini maka akan dilakukan tes Mantaox dengan cara menyuntikkan protein kuman TB pada lapisan kulit bagian lengan atas.

Jika anak pernah terinfeksi bakteri TB lapisan kulit yang di suntik akan menunjukkan reaksi seperti muncul benjolan berwarna merah. Vaksin BCG dibuat dari bakteri Mycobacterium bovine yang di lemahkan, jenis bakteri ini memiliki kemiripan dengan bakteri tuberkulosis yang menyerang manusia.

Saat bakteri ini di suntikkan ke tubuh bayi secara otomatis sistem imun akan merangsang dan mulai menghasilkan sel-sel yang berguna untuk melindungi dan melawan penyakit yang disebabkan oleh bakteri tuberkulosis.

Penyakit tuberkulosis sangat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan kematian. Penyakit ini tidak hanya menyerang sistem pernapasan namun juga menyerang beberapa organ penting lain seperti kelenjar, tulang, dan usus.

Penularan penyakit ini sangat cepat terlebih lagi untuk orang yang memiliki sistem imun lemah, seperti penderita HIV. Kasus penularan yang paling umum adalah melalui udara atau kontak fisik dengan penderita secara langsung.

Vaksin BCG dapat menimbulkan reaksi alergi ringan hingga berat. Untuk kasus alergi berat atau anafilatik sangat jarang terjadi, oleh karena itu pemberian vaksin ini sebaiknya dilakukan oleh dokter atau petugas medis.

Pada beberapa bayi yang baru saja menerima suntikan BCG akan mengalami reaksi terhadap bekas suntikannya seperti melepuh, lebam dan terasa sakit dalam beberapa hari. Anda tidak perlu merasa panik dan khawatir karena hal ini masih wajar terjadi.

Setelah beberapa Minggu (2-6 Minggu) bekas suntikan akan mengeras dan membesar +- berukuran 1 cm, hal ini dikarenakan cairan di bawahnya mulai mengering, kemudian berangsur membaik seiring berjalannya waktu. Jika ingin mendapatkan imunisasi BCG secara gratis lakukanlah di Puskesmas terdekat, biasanya pada event tertentu Puskesmas akan menyediakan imunisasi gratis untuk bayi.

Tidak boleh sembarangan dalam memberikan vaksin ini karena dosis dan takarannya harus pas, perhatikan kualitas vaksin yang hendak diberikan, vaksin yang asli berwarna bening tanpa adanya endapan dan partikel. Mintalah ganti dengan vaksin yang baru apabila vaksin tersebut telah berubah warna, bocor, atau kemasannya rusak.

Dosis BCG berbeda tergantung dari usia anak yang bersangkutan.

  1. Anak usia di bawah 1 tahun 0.5 ml
  2. Anak diatas 1 tahun 0.1 ml

Beberapa kondisi yang menyebabkan anak tidak bisa mendapatkan imunisasi BCG :

  1. Sedang mengalami demam tinggi.
  2. Menderita infeksi kulit tertentu.
  3. Mengidap HIV dan belum mendapatkan penanganan medis.
  4. Sedang menjalani proses penyembuhan atau pengobatan yang memperlemah sistem imun seperti kanker.
  5. Terindikasi reaksi anafilatik pada vaksin BCG
  6. Tinggal serumah dengan penderita TB atau pernah terjangkit penyakit ini.

Imunisasi BCG memiliki kontra indikasi dengan beberapa obat tertentu seperti:

  1. Antibiotik, imunisasi BCG yang disertai dengan antibiotik dapat mengganggu efektivitas kinerja vaksin.
  2. Obat yang bersifat imunosupresif yang dapat meningkatkan risiko infeksi terhadap vaksin hidup seperti vaksin BCG.
  3. Dan lain sebagainya.

Imunisasi sangat penting untuk melindungi bayi dari terjangkit penyakit berbahaya, untuk itu segera lakukan imunisasi sesuai dengan jadwalnya di Puskesmas, Rumah Sakit, atau tenaga medis kepercayaan anda. Sekian informasi yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat dan menginspirasi. Terimakasih.

shares