Apa itu baking? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Apa itu baking Berikut Penjelasan Lengkapnya

Apa itu baking? Berikut Penjelasan Lengkapnya – Baking atau memanggang adalah proses mematangkan makanan dengan menggunakan uap panas dari dalam oven tanpa tambahan minyak atau air. Jenis makanan yang dipanggang kebanyakan adalah cookies dan cake. Oleh sebab itulah, kata baking lama-lama mengalami pengerucutan makna. Saat ini, orang-orang lebih mengenal baking sebagai proses pembuatan cake dan cookies, meskipun sebenarnya banyak masakan lain yang juga dimatangkan dengan cara dipanggang dalam oven.

Mengikuti pemahaman baking yang terjadi saat ini, maka kata baking yang akan kita bahas disini merujuk pada proses pembuatan cake dan cookies ya. Baking atau proses pembuatan cake dan cookies berbeda dengan proses pembuatan masakan (cooking) yang menggunakan aneka macam bahan dan bumbu-bumbu. Baking selalu menggunakan bahan-bahan standar dan beberapa bahan tambahan. Berikut bahan-bahan dasar yang digunakan dalam baking:

Bahan-bahan Dasar Baking

  1. Tepung Terigu

Tepung terigu adalah tepung yang terbuat dari gandum. Terigu merupakan bahan utama dalam pembuatan cake, cookies, dan roti. Berdasarkan kandungan proteinnya, tepung terigu dibagi menjadi 3 jenis:

  • Tepung terigu protein rendah (merk Kunci Biru atau Zircon) digunakan untuk membuat cookies karena menghasilkan tekstur yang renyah dan rapuh.
  • Tepung terigu protein sedang (merk Segitiga Biru atau Jade) digunakan untuk membuat cake dan bolu karena menghasilkan tekstur yang empuk dan tidak elastis.
  • Tepung terigu protein tinggi (merk Cakra Kembar atau Kerang) digunakan untuk membuat roti, donat, dan pastry karena menghasilkan tekstur yang empuk dan elastis.
  1. Tepung Maizena

Tepung maizena adalah tepung yang terbuat dari pati buah jagung. Tepung maizena berfungsi sebagai pelembut dan perenyah sehingga sering digunakan dalam pembuatan cake dan cookies. Penggunaan tepung maizena biasanya hanya 10% dari penggunaan tepung terigu.

  1. Telur

Telur yang digunakan untuk membuat kue adalah telur ayam negeri yang masih segar dan berada pada suhu ruang. Apabila telur disimpan di dalam kulkas, maka keluarkan dan diamkan telur hingga mencapai suhu ruang, setelah itu telur baru bisa digunakan. Agar takaran sesuai dengan resep, sebaiknya gunakan telur yang berukuran sedang dengan berat bersih tanpa cangkang sekitar 50gram (30 gram putih dan 20gram kuning). Fungsi telur dalam pembuatan kue, yaitu mengikat adonan dan memberi tekstur yang padat pada makanan, serta menghasilkan tekstur yang lembab, lembut, dan mengembang.

  1. Lemak

Jenis lemak yang umum digunakan dalam baking yaitu mentega, margarin, dan minyak. Mentega adalah lemak yang terbuat dari susu, sedangkan margarin adalah lemak yang terbuat dari lemak nabati. Mentega berwarna kuning pucat dan bertekstur lebih lembut cenderung cair (misal merk wysman, anchor, orchid). Berbeda dengan mentega, margarin berwarna kuning lebih terang dan bertekstur lebih padat (misal merk blueband, palmia, forvita). Mentega dan margarin dibutuhkan dalam pembuatan kue karena saat proses pengocokan adonan, lemak ini menahan gelembung udara di dalam adonan sehingga menghasilkan tekstur berpori yang lembab, gurih, dan harum.

  1. Pemanis

Pemanis adalah unsur penting yang dibutuhkan dalam pembuatan cake dan cookies. Rasa manis kita dapatkan dari gula yang banyak sekali jenisnya. Pemakaian jenis gula disesuaikan dengan rasa dan tekstur dari cake dan cookies itu sendiri. Jenis-jenis gulam yaitu:

  • Gula Pasir : Gula pasir terbuat dari tebu berbentuk butiran halus. Paling sering digunakan untuk membuat cake dan bolu.
  • Gula halus : Gula berbentuk bubuk halus yang biasanya digunakan untuk membuat cookies.
  • Brown Sugar : Gula berbentuk butiran halus berwarna coklat. Rasanya manis yang khas dengan aroma bakar yang harum.
  • Gula Palem / Palm Sugar : Terbuat dari gula palem. Warna coklat pekat, rasa manis yang kuat dengan aroma harum yang lezat.
  • Icing Sugar / Gula Dingin : Berbentuk bubuk halus seperti gula halus, namun memberikan sensasi dingin dan teksturnya kuat, tidak mudah meleleh seperti gula halus biasa. Biasanya digunakan untuk taburan donat, putri salju, atau hiasan pada art cookies.
  1. Pengembang

Bahan pengembang sangat dibutuhkan untuk memberi volume dan tekstur ringan pada cake. Bahan pengembang bekerja pada saat dikocok dengan adonan. Bahan pengembang menciptakan udara saat pengocokan adonan, sehingga adonan akan mengembang pada saat dipanggang atau dikukus. Secara garis besar, bahan pengembang terdiri dari 3 jenis, yaitu:

  1. Baking Soda: Berbentuk bubuk halus berwarna putih dan mudah menggumpal. Baking soda akan mengeluarkan gas karbondioksida saat dipanaskan dan membuat adonan mengembang dan berpori. Baking soda membuat adonan cake lebih bervolume dan berpori serta membuat adonan cookies lebih garing dan renyah.
  2. Baking Powder: adalah campuran dari baking soda, sodium aluminium fosfat, dan monocalcium fosfat. Membuat adonan apapun menjadi 2x lebih mengembang saat dipanaskan.
  3. Emulsifier: Bahan pengemulsi membuat adonan mudah mengembang, mudah dicampur dengan bahan lain, dan adonan menjadi kental halus dan tidak mudah turun meskipun tidak langsung dipanggang. Ada beberapa macam jenis pengemulsi, yaitu SP, VX, Ovalet, dan TBM.
  4. Aroma dan Pewarna

Aroma dan pewarna dibutuhkan untuk menambah cita rasa makanan. Makanan yang lezat menjadi lebih menggunggah selera apabila mengeluarkan aroma khas yang menggoda dan warna yang menarik. Beberapa macam penambah cita rasa cake dan cookies, yaitu:

  • Alami : Aroma yang khas dan warna bisa didapatkan dari bahan alami, seperti daun pandan, biji buah vanilla, jeruk sunkist, kayu manis, kopi, dan rempah lainnya.
  • Ekstrak : aroma yang merupakan konsentrat rasa dari buah atau tanaman yang dicairkan, misalkan ekstrak vanilla, ekstrak buah, ekstrak kopi, dan lain sebagainya. Ekstrak hanya menambah aroma saja, tetapi tidak mengubah rasa maupun warna.
  • Essence : aroma yang dihasilkan dari hasil penguapan buah, rempah, atau tanaman lainnya. Sama seperti ekstrak, essence hanya menambah aroma saja, tetapi tidak mengubah rasa maupun warna.
  • Pasta : Pasta adalah cairan kental yang bisa menambah rasa, aroma, dan warna pada cake dan cookies.
  • Pewarna Buatan : Pewarna sintetis lebih kaya warna dibandingkan dengan pewarna alami. Namun, penggunaan pewarna buatan berlebihan dapat membuat rasa makanan menjadi pahit dan tidak baik untuk kesehatan. Gunakan pewarna buatan secukupnya saja dan gunakan pewarna kualitas terbaik agar tidak merusak kesehatan.

Itulah Penjelasan tentang baking, semoga artikel ini dapat membantu dan menambah wawasan anda.

shares